Tampilkan postingan dengan label Bisnis Online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis Online. Tampilkan semua postingan

Empat Bidang Ilmu Yang Sebaiknya Dikuasai Pebisnis Internet

Gak salah nih? Katanya bisnis internet bisa dilakukan oleh siapa saja, gak peduli tingkat pendidikannya atau bidang ilmu yang dikuasainya? Kok sekarang ada empat bidang ilmu yang sebaiknya dikuasai segala?
Yah, saya tidak tahu bagaimana dengan pebisnis internet yang lain, tapi pengalaman selama bertahun-tahun berkecimpung di dunia bisnis internet membawa saya pada sebuah kesimpulan bahwa ada beberapa bidang ilmu yang cukup signifikan dalam menunjang keberhasilan bisnis internet yang kita tekuni. Tak peduli bidang bisnis internet mana pun itu. Mau tahu apa saja keempat bidang ilmu tersebut?
  1. IT / Teknologi Informasi
    Termasuk di antaranya hal-hal yang berhubungan dengan internet dan komputer, baik teoritis maupun teknis, ilmu di bidang IT akan sangat mendukung Anda dalam menjalankan bisnis internet dengan lancar. Sebagai contoh, pengetahuan mengenai cara kerja server hosting, cara menggunakan email, dan sebagainya. Memang tidak perlu terlalu detil secara teoritis, seperti misalnya bisa menjelaskan luar dalam mengenai pengertian hosting (saya sendiri juga bingung kalau disuruh menjelaskan secara teknis), tapi setidaknya tahu gambaran arti dan cara kerjanya. Kekurangan di bidang IT ini biasanya akan dapat menghambat proses praktek bisnis internet yang kita jalani. Kalau memang masalahnya berat sih ya wajar, tapi kalau terhambat cuman gara-gara masalah yang sebenarnya sepele tapi terlihat berat karena ketidaktahuan belaka, kan ya buang-buang waktu namanya.
    Untuk bidang ilmu ini, kunci penguasaannya adalah banyak praktek dan banyak bertanya. Beli buku panduan teknis sah-sah saja, asal dipraktekkan.
  2. Manajemen
    Meskipun banyak cabangnya — manajemen bisnis, manajemen kerja, manajemen diri, manajemen dana, manajemen waktu, dan sebagainya — namun inti dari ilmu manajemen selalu sama. Dan seperti sudah terlihat dalam contoh cabang yang saya tuliskan, saya yakin kebanyakan setuju bahwa ini adalah ilmu yang cukup penting untuk dikuasai karena berkaitan erat dengan pembentukan sistem kerja cerdas. Sudah lupa belum pembahasan-pembahasan mengenai sistem kerja cerdas yang pernah kita bahas tahun kemarin? :)
  3. Bisnis dan Pemasaran
    Meskipun kebanyakan buku dari ketiga bidang ilmu di atas (sengaja saya jadikan satu poin karena serupa tapi tak sama) berfokus pada kasus-kasus di dunia offline, tapi sebenarnya banyak pelajaran yang bisa kita ambil dan kita terapkan di dunia online. Asal kita jeli tentunya. Dan faktanya banyak sekali tehnik pemasaran, baik untuk blog maupun produk, yang saya terapkan berdasarkan buku-buku bisnis dan pemasaran offline. Afterall, business is business, kan? Mau offline, mau online, ya tetap bisnis namanya :)
    Untuk awal, buku seri 9 Elemen Marketing dari Hermawan Kartajaya adalah yang saya sarankan. Setelah itu bisa dilanjutkan ke buku-buku aliran creative marketing karena saya termasuk yang percaya (dan sudah merasakan sendiri hasilnya) bahwa kesuksesan dalam hal pemasaran adalah bagaimana kita melakukannya dengan cara yang berbeda.
  4. Psikologi
    Bagaimana cara melakukan pemasaran yang berbeda dengan cara yang umum dilakukan? Kuncinya ada di ilmu psikologi. Namun berhubung saya tidak betah baca buku yang terlalu banyak tulisannya, saya lebih banyak belajar masalah psikologi dengan mensimulasikan sifat penjual dan pelanggan di diri saya. Karakteristik pengunjung atau pelanggan yang sudah ada juga menjadi masukan yang cukup berarti. Sebagai contoh, kenapa tidak ada garansi uang kembali di produk-produk PanduanDasar.Com? Karena secara psikologis, pernyataan tersebut menandakan bahwa saya selaku pembuat percaya dan yakin pada kualitas produk yang bersangkutan sehingga pelanggan pun juga akan memiliki kepercayaan terhadap produk tersebut. Memang tidak kebanyakan orang dapat menangkap maksudnya (ada yang menganggap no guarantee sebagai bentuk dari pelepasan tanggung jawab), tapi seperti sudah pernah saya tulis dalam tips memilih produk digital, produk digital apa pun yang kita beli tidak akan berhasil kita terapkan apabila kita tidak memiliki kepercayaan terhadap produk maupun pembuat produk yang bersangkutan :)
Bagaimana pendapat teman-teman sekalian? :)
PS: Sudah ada yang memperhatikan kalau ada yang baru di bagian Sidebar yang bikin Anda GAK RUGI kalau komentar di blog ini?



BY TI2

MicroWorkers, Jembatan Outsource Para Pebisnis Internet

Jika Anda tidak termasuk newbie congkak yang maunya langsung dapet duit banyak di awal-awal ikut bisnis internet :) saya ingin menawarkan, atau lebih tepatnya menginformasikan, sebuah layanan penghasil uang receh di internet yang sebenarnya cukup menarik untuk diikuti. Namanya MicroWorkers. Fungsi utama dari layanan ini sebenarnya adalah sebagai jembatan outsource antara pebisnis internet yang sudah mapan dengan yang baru celup-celup kaki. Jadi jangan heran jika tugas Anda di MicroWorkers cukup beragam. Dari bikin artikel (semacam paid review) hingga sekedar bikin akun di GMail atau voting di Digg :)
Clip_24
Karena memang ditujukan bagi pemula yang ingin merasakan bagaimana nikmatnya mendapatkan penghasilan dari internet, maka jangan heran pula jika bayaran per tugas yang diberikan terkadang di bawah rata-rata. Tapi sekali lagi, ini memang bukan diperuntukkan bagi yang sudah jago cari duit di internet, melainkan bagi pebisnis internet level 1 atau 2 yang ingin cepat menerima dolar pertamanya dari internet.
Sebaliknya, bagi teman-teman pebisnis internet yang sudah berada di level 3 ke atas, Anda bisa memanfaatkan MicroWorkers untuk mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan Anda. Terutama untuk masalah SEO dan promosi situs. Biaya ringan, waktu penyelesaian cepat. Kontrol ‘kualitas’ tugas juga sepenuhnya ada di tangan Anda. Kurang apa lagi coba?
Saya sendiri sempat bercita-cita untuk membuat layanan serupa. Sayang, belum ada kecocokan harga dengan para freelance programmer yang saya kontak. Mungkin ada teman-teman yang berminat? :)

BY TI2

5 Jenjang Level Pebisnis Internet

Karena kita sudah banyak berbicara masalah mindset selama 2-3 minggu terakhir ini, untuk minggu ini saya akan fokus terhadap masalah konsep. Kenapa? Karena konsep dan mindset sama pentingnya serta keduanya akan saling mendukung dan melengkapi (dulu sudah pernah saya tulis dalam artikel berjudul E = mc2). Oleh karena itu, pemahaman keduanya secara berimbang mutlak diperlukan bagi pebisnis internet, khususnya kita-kita yang masih pemula ini :)
Sebagai menu pembuka, saya akan mendongeng mengenai jenjang level pebisnis internet. Versi saya sendiri tentunya, jadi gak perlu repot-repot untuk diprotes :)
  1. Level 1 (Peminat)
    Level ini ditempati oleh mereka-mereka yang masih super-newbie dan baru sebatas tertarik dengan bisnis internet. Yang mereka lakukan hanya sebatas coba-coba dan sukses atau tidaknya bukan masalah bagi mereka. Sumber informasi mereka biasanya dari buku-buku cetak seputar bisnis internet, termasuk tabloid dan majalah.
    Karakteristik umum peminat bisnis internet:

    • Sedikit mencari informasi / teori dan jarang praktek
    • Belum pernah mendapat penghasilan dari internet atau belum percaya sepenuhnya bahwa internet bisa menghasilkan uang
    • Waktu kerja dan jumlah pengeluaran relatif
    • Tingkat stress dan tingkat resiko tidak ada.
  2. Level 2 (Pemula)
    Level ini ditempati oleh peminat yang sudah mulai tertarik untuk terjun langsung ke dalam bisnis internet. Sudah mulai mencari informasi dari berbagai tempat di internet, termasuk blog, forum, dan produk-produk digital. Selain itu, mereka juga sudah mulai mengalokasikan dana dan waktu tersendiri untuk menekuni bisnis internet.
    Karakteristik umum pemula bisnis internet:

    • Banyak mencari informasi.
    • Frekuensi praktek relatif, bisa banyak, bisa sedikit, tapi sama-sama tidak terarah (masih mencari-cari ‘jalan’;).
    • Mulai mendapatkan penghasilan dari bisnis internet walau seringkali belum sebanding dengan pengeluaran.
    • Waktu kerja relatif, biasanya tergantung dari waktu luang yang dimiliki.
    • One-man play.
    • Tingkat stress dan tingkat resiko tinggi.
  3. Level 3 (Pelaku / Pekerja)
    Inilah level yang banyak ditempati oleh pebisnis internet. Mereka yang ada di jenjang ini sudah mendapatkan penghasilan yang nyata dari bisnis internet dan sebagian besar sudah menganggapnya sebagai sumber penghasilan utama. Kebanyakan menganggap bahwa ini adalah zona aman dari bisnis internet.
    Karakteristik umum pelaku / pekerja bisnis internet:

    • Pencarian informasi mulai berkurang, biasanya hanya terbatas untuk updet informasi yang sudah ada saja.
    • Waktu kerja terjadwal dan relatif di atas rata-rata (sekitar 4-8 jam sehari atau 30 jam seminggu).
    • Penghasilan lebih besar dari pengeluaran dan biasanya sebanding dengan waktu kerja yang dialokasikan.
    • One-man play.
    • Tingkat stress sedang.
    • Tingkat resiko rendah.
  4. Level 4 (Pengelola / Pengawas)
    Level ini ditempati oleh pebisnis internet yang telah lolos dari zona aman dan berhasil menemukan sistem kerja yang tepat bagi bisnis internet yang mereka jalankan. Namun, karena alasan tertentu, mereka memilih untuk tetap ikut campur dalam pelaksanaan dan pengawasan sistem yang ada. Anggap saja fifty:fifty lah :)
    Karakteristik umum pengelola bisnis internet:

    • Banyak mencari informasi mengenai peluang bisnis internet baru.
    • Waktu kerja terjadwal dan di bawah rata-rata (sekitar 2-4 jam sehari atau 15 jam seminggu).
    • Fokus pada pembentukan sistem, pembentukan tim, dan pengawasan sistem, tapi masih ikut turun tangan dalam sistem itu sendiri.
    • Outsourse, team work, mastermind
    • Penghasilan jauh lebih besar dari pengeluaran
    • Tingkat stress rendah
    • Tingkat resiko sedang
  5. Level 5 (Pemilik / Investor)
    Inilah jenjang tertinggi sekaligus level idaman yang sudah seharusnya menjadi impian dari setiap pebisnis internet. Mereka yang berada di level ini murni sudah menguasai segala sesuatu tentang bisnis internet dari segi teori dan sistem (bukan teknis, ya), sehingga segala ‘tugas kasar’ didelegasikan sepenuhnya ke orang lain yang sudah dipercaya.
    Karakteristik umum pemilik bisnis internet:

    • Banyak mencari informasi mengenai peluang bisnis internet baru.
    • Waktu kerja sesuka hati dan jauh di bawah rata-rata (sekitar 4-8 jam seminggu)
    • Fokus pada pembentukan sistem, pembentukan tim, dan pengawasan sistem. Jika tidak benar-benar diperlukan, tidak akan turun tangan langsung ke dalam bisnis internet yang dijalankan.
    • Outsource, mastermind.
    • Penghasilan tergantung tingkat resiko dari bisnis yang dijalankan. High risk high return :)
    • Tingkat stress sangat rendah.
    • Tingkat resiko relatif.
Di level manakah Anda saat ini? :)


BY TI2

6 Alasan Pebisnis Internet Gagal

Bukan hal yang tabu lagi untuk dibicarakan bahwa lebih banyak pebisnis internet (pemula) yang gagal di tengah jalan ketimbang mereka yang melenggang dengan sukses. Jika kita hitung dengan menggunakan prinsip pareto, maka hanya 20% dari peminat bisnis internet yang berhasil melewati fase ujian pemula. Dari jumlah itu, hanya 20% yang lulus menjadi pebisnis internet sukses. Artinya, dari keseluruhan orang yang berminat terhadap bisnis internet, hanya 4%-nya yang benar-benar berhasil, berhasil, berhasil, horeee!
Yang lucu di sini menurut saya, alasan mengapa kebanyakan pebisnis internet layu sebelum berkembang bukanlah sesuatu yang baru. Semuanya masalah klasik yang entah mengapa, tetap saja menjadi masalah dari dulu hingga kini. Eh tapi kalau gak begitu namanya bukan masalah klasik, ya, hehehehe.
Nah, berikut ini 6 alasan mengapa pebisnis internet bisa mengalami kegagalan:
  1. Meyakini bahwa bisnis internet adalah cara cepat kaya
    Ini adalah alasan yang paling umum dan paling banyak membuat orang gagal. Penyebabnya karena memang sudah sifat dasar manusia yang ingin sedikit bekerja tapi uang berlimpah. Apalagi didoktrin dengan acara-acara di televisi (baca: sinetron) yang penuh dengan kemewahan. Tambah deh, bawaannya kalap kalau liat duit, hehehe. Yang perlu dipahami, bisnis internet adalah bisnis, dan semua bisnis pasti butuh waktu agar bisa sukses. Oleh karena itu, jangan keburu ngiler kalau ada yang mengatakan bahwa mereka bisa cari duit dengan gampang di internet. Meskipun SAAT INI mereka bisa melakukannya, bisa saja SEBELUMNYA mereka butuh waktu waktu dan usaha ekstra keras untuk bisa mewujudkannya.
  2. Terlalu banyak berpikir
    Kalau ada istilah NATO (No Action Think Only), ya ini yang cocok bagi mereka yang terlalu banyak menghabiskan waktunya untuk berpikir dan bertanya, tanpa melakukan tindakan yang nyata. Pertanyaan yang umum, misalnya, “apa benar internet bisa bikin orang kaya?”, “kalau mau jadi pebisnis internet harus mulai dari mana”, “kalau mulai dari sekarang masih bisa sukses atau gak“, dan sebagainya. Sayangnya, orang yang seperti mereka ini, meskipun sudah mendapatkan jawaban, justru akan mencari-cari pertanyaan yang lain. Bagai lingkaran yang tak berujung lah pokoknya (silahkan dibayangkan sendiri, hehehe).
  3. Tidak mau mengeluarkan modal
    Yang ini sudah pernah saya bahas di artikel “Tidak Punya Uang atau Tidak Mau Keluar Uang?“. Baca juga artikel “Perkiraan Modal Untuk Bisnis Internet“, “Kurang Modal? Jual Diri Dong!“, serta “Contoh Bisnis Internet Modal Minimal” sebagai pelengkap.
  4. Tidak mau belajar dan mencari informasi dari berbagai sumber
    Kebanyakan pemula tersandung oleh iklan produk digital yang mengekspos cara cepat kaya dari internet. Tanpa mencari informasi lebih lanjut, mereka langsung membeli produk tersebut dan pada akhirnya kecewa serta menganggap bisnis internet adalah sebuah penipuan. Itulah sebabnya kita harus jeli dalam memilah produk digital yang ingin kita beli serta harus memiliki pikiran terbuka untuk menerima informasi dan belajar dari berbagai sumber. Jika memungkinkan, cari sosok guru yang sekiranya dapat membantu Anda agar tidak terjebak dari jebakan-jebakan maut semacam itu.
  5. Kurang serius dan menganggap bahwa bisnis internet adalah bisnis main-main
    Memang aneh, jelas-jelas saja namanya bisnis internet, namun banyak yang masih menganggap bahwa ini bukan lah bisnis. Teorinya gampang saja, jika Anda menganggapnya main-main, maka hasilnya pun main-main. Jika Anda menganggapnya serius, maka insya allah hasilnya pun serius. Menetapkan visi, misi, dan target merupakan salah satu cara untuk membantu agar pikiran kita fokus dan tetap serius dalam bisnis internet yang kita tekuni.
  6. Tidak mau berinovasi
    Meniru memang salah satu shortcut untuk mencapai tujuan sukses. Tapi meniru dan menerapkannya mentah-mentah adalah sebuah kebodohan. Dulu, pada saat orang lain tahu bahwa situs gadget saya banyak menghasilkan dari Google AdSense, berbondong-bondong mereka membuat situs sejenis. Tidak hanya topiknya, sampai template dan nama domainnya pun disamakan. Hasilnya? Hampir semua gagal dan punya saya tetap bertahan :) Satu yang tidak disadari oleh mereka adalah saya sukses bukan karena pemilihan topik (yang sebetulnya asal karena sesuai dengan hobi saya), template (yang saya bikin sendiri hanya agar berbeda dengan situs yang lain tanpa ada pemikiran soal SEO sama sekali), dan nama domain (yang kebetulan menggunakan domain lama saya tanpa berpikir soal SEO). Saya sukses karena… nanti aja deh di artikel tersendiri, hehehe.
Semoga tidak ada satu pun dari keenam alasan di atas yang menjadi penghalang dari diri Anda :)


BY TI2

Tips Memilih Sosok Guru Bagi Perjalanan Bisnis Internet Anda

Setiap orang pasti memiliki sosok yang ia jadikan sebagai idola, panutan, atau guru. Yah, mungkin gak semua, tapi kebanyakan orang memiliknya. Termasuk saya. Tidak hanya sebagai penyemangat bagi kita untuk bisa meniru keberhasilan mereka (dalam hal tertentu), sosok ini juga terkadang kita jadikan sebagai ‘tempat peraduan’ bila kita mengalami masalah (dalam hal tertentu). Dalam bisnis internet pun kita, atau kebanyakan dari kita, memiliki sosok yang diidolakan. Termasuk saya. Biasanya, tokoh-tokoh idola ini adalah pebisnis internet yang sudah lebih dulu sukses. Dan dengan mengidolakan mereka, kita berharap suatu saat akan dapat mencapai tingkat kesuksesan yang sama, atau bahkan melampauinya.
Dalam memilih figur guru, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui sebelumnya.
  • Apabila mereka  adalah orang yang sukses, pahami bahwa ‘waktu luang’ mereka terbatas. Orang-orang yang sukses berusaha untuk mempersingkat waktu kerja mereka karena mereka ingin meluangkan waktu sebanyak-banyaknya bersama dengan orang yang mereka cintai atau untuk melakukan hal-hal yang mereka cintai. Jadi, yang dimaksud dengan terbatas di sini adalah waktu yang mereka alokasikan untuk melakukan hal-hal yang bukan tujuan awal mereka untuk sukses. Nah, dengan demikian, jangan berharap bahwa ’seorang guru’ akan standby dan bisa mengajari Anda setiap waktu. Sekali lagi bukan karena tidak mau, melainkan karena tidak ada waktu. Solusinya adalah Anda yang harus cerdas untuk mengamati kebiasaan dari mereka dan apa yang mereka kerjakan untuk mendapatkan kesuksesan. Selanjutnya tinggal ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).
  • Seorang guru juga manusia, tidak selamanya putih. Meskipun di depan terlihat selalu melakukan tehnik-tehnik whitehat, bisa jadi di belakang dia mengerjakan hal lain secara blackhat. Ini WAJAR. Yang tidak wajar adalah apabila kita kemudian memandang sinis pada mereka hanya gara-gara ketahuan melakukan kegiatan blackhat tersebut. Kenapa? Karena pada saat Anda memilih mereka sebagai guru, mengetahui baik buruknya mereka di kemudian hari adalah suatu resiko.
  • Berkaitan dengan poin di atas, miliki pikiran yang terbuka (open mind) dan belajarlah dari banyak guru. Masing-masing dari mereka memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. So, ambil kelebihannya, dan pilah keburukannya. Ingat, ini bisnis, dan Anda sedang berusaha untuk sukses. Tidak perlu sungkan untuk belajar dari berbagai sumber. Apalagi jika diantaranya berbayar. Yang penting adalah itu tadi, have an open mind. Pernah nonton film-film kungfu atau baca cerita silat, kan? Biasanya, apabila seseorang ingin belajar jurus atau aliran yang baru, maka ia akan diminta untuk membuang atau melupakan aliran-aliran kungfu yang sudah ia kuasai sebelumnya. Konsepnya sama dengan membuka pikiran kita terhadap ajaran bisnis internet yang berbeda dari guru yang berbeda.
  • Terakhir, pada saat Anda membeli sebuah produk, maka secara tidak langsung Anda sudah ‘menganggap’ bahwa pembuat produk tersebut adalah guru Anda. Pada artikel sebelumnya saya sudah menulis berbagai tips seputar pemilihan produk digital secara cerdas, yang intinya, putuskan untuk membeli setelah Anda benar-benar percaya dengan produk dan pembuatnya. Yang perlu digarisbawahi di sini adalah kata ‘percaya’. Apapun produk yang Anda beli akan terlihat bagaikan produk sampah apabila dari awal Anda tidak memiliki kepercayaan terhadap kualitas produk dan pembuat produk tersebut. Bahkan seandainya produk tersebut tidak menipu dan pembuatnya tidak berbohong, akan tetap saja terlihat bagai penipu dan pembohong di mata Anda. So, ketika sudah yakin untuk membeli produk, tinggikan kepercayaan Anda terhadap produk dan pembuat produk yang bersangkutan, dan perlakukan ia sebagai guru Anda. Setidaknya untuk topik yang berhubungan dengan produk tersebut.
Satu hal lagi yang mungkin perlu Anda ketahui, sosok guru bisnis internet Anda tidak harus orang yang sukses di bisnis internet. Atau orang yang bisa mengajari Anda tentang bisnis internet. Atau orang yang berkecimpung di bidang bisnis internet.
Salah satu ‘guru’ saya dalam bisnis internet adalah orang yang SAMA SEKALI tidak pernah mengajarkan ilmu bisnis internet kepada saya. Namun, salah satu penyebab keberhasilan saya adalah karena saya terinspirasi oleh keuletan dan kegigihan beliau.
Salah satu ‘guru’ saya tentang kehidupan juga adalah orang yang hanya pernah saya temui SATU KALI. Ia seorang gay, atau lebih tepatnya biseks, yang berprofesi sebagai model terkenal. Selain dapet bocoran mengenai kehidupan ‘gelap’ para bintang fim dan pemain sinetron, hehehe,  ia juga mengajarkan banyak hal kepada saya mengenai kerasnya kehidupan. Dan jangan khawatir, saya tidak melakukan hal yang ‘aneh-aneh’ dengan dia :) Tidak semua kaum dengan ‘kelainan’ seperti mereka berperilaku seburuk apa yang kita bayangkan selama ini. Yang jelas, pertemuan dengan dia selama 3 jam di sebuah warung pinggir jalan mungkin merupakan salah satu titik balik dalam kehidupan saya.
Well, kembali soal guru bisnis internet, sudahkah Anda menemukan sosok guru Anda?


BY TI2

4 Alasan Mengapa Setiap Pebisnis Internet Perlu Memiliki Blog

Pertama-tama, yang saya maksud di sini adalah blog pribadi, bukan blog yang dibuat khusus untuk keperluan monetisasi. Contohnya, blog milik John Chow, Yaro Starak, Darren Rowse, dan Cosa Aranda (terakhirnya narsis, hihihi). Tidak seperti di luar, di Indonesia jarang ada orang yang serius menekuni bisnis internet sembari tetap mengurusi blog pribadinya dengan rutin. Apalagi kalau bisnis internetnya udah makin sukses, lupa deh ama blognya sendiri, hehehe. Atau ada juga yang sebaliknya. Rilis produk, bikin blog, tapi cuman sementara aja diurus. Setelah itu, paling-paling cuman dibuat promo produk atau referral aja. Ada yang ngerasa? :)
Seyogyanya, setiap pebisnis internet wajib memiliki blog. Yang terurus dan terawat tentunya. Alasannya?
Clip
Seperti terlihat pada bagan di atas, ada empat alasan mengapa sebaiknya setiap pebisnis internet memiliki sebuah blog. Yaitu:
  1. Brand
    Dengan blog, Anda bisa membuat orang mengenal dan mengetahui eksistensi Anda, baik dari nama Anda, slogan Anda, logo Anda, atau bahkan nama blog atau nama domain Anda. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak nama blog atau nama domain yang mampu menjadi brand tersendiri dan mengangkat nama pemiliknya.
  2. Trust
    Dengan blog, Anda bisa meningkatkan kepercayaan orang lain terhadap diri Anda (dan juga produk Anda). Mereka bisa mengetahui opini Anda, kegiatan Anda, dan yang terpenting, mereka jadi punya parameter untuk menilai diri Anda, apakah sekiranya ‘cocok’ dengan mereka atau tidak.
  3. Relationship
    Dengan blog, Anda bisa menjalin hubungan antara Anda dengan pengunjung yang bisa saja merupakan pelanggan atau calon pelanggan produk Anda. Dengan demikian, ada kedekatan antara Anda dan mereka. Meskipun mereka belum tentu membeli produk Anda, tapi ada kemungkinan bahwa mereka akan merekomendasikan produk Anda.
  4. Additional Income
    Yang ini saya rasa sudah cukup jelas. Meskipun bukan tujuan utama, namun tidak ada salahnya untuk mencari tambahan penghasilan dari blog pribadi yang kita miliki. Saya pun melakukannya b
Sudahkah Anda memiliki blog?



BY TI2

Perkuat Branding Dengan Logo dan Slogan

Mari kita lanjutkan obrolan kita sebelumnya mengenai branding. Seperti sudah saya jelaskan sebelumnya, blog adalah salah satu media yang bisa kita gunakan dalam menciptakan branding terhadap diri kita. Namun jangan salah, branding sendiri tidak hanya dapat melekat secara personal kepada seorang pebisnis internet, melainkan juga kepada blog atau situs yang ia miliki. Dan mantapnya, apabila cerdas, kita bisa memanfaatkan berbagai situs atau blog yang kita miliki untuk membangun self-branding yang berbeda, namun semuanya saling mendukung branding utama yang ada pada diri kita.
Dua elemen pada situs atau blog yang dapat memperkuat ‘pencitraan’ — berhubung kemarin ada yang menanyakan bahasa Indonesianya ‘branding’, seharusnya sih ini yang cocok — adalah logo dan slogan. Tahu bedanya, kan? Halah, ya jelas lah. Yang satu berupa gambar, sedang yang satu lagi berupa teks atau kalimat.
Logo yang baik adalah yang apabila dilihat secara sekilas saja setidaknya sudah dapat menggambarkan ciri khas dari situs atau blog yang bersangkutan. Lebih bagus lagi apabila bisa sekaligus menyampaikan visi dan misi dari situs atau blog tersebut. Jika situs atau blognya sendiri lebih bersifat personal, maka logo menggambarkan kepribadian dari si pemilik situs atau blog. Sah-sah juga memiliki logo yang bernilai filosofis — asal masuk akal tentunya.
Untuk blog CosaAranda.Com ini misalnya, saya menggunakan logo yang berupa gambar karikatur saya dengan pakaian santai — kaos putih dan celana pendek jeans selutut. Maknanya ada dua:
  • Menunjukkan bahwa blog ini, meskipun membahas mengenai bisnis internet, namun isinya disampaikan dengan cara yang santai dan mudah diterima oleh pemula sekalipun *semoga demikian adanya*
  • Menunjukkan bahwa jika nanti Anda sukses dalam bisnis internet, Anda juga bisa seperti saya — berpakaian santai kemana-mana tapi duit terus mengalir, hehehe
Sebaliknya, di PanduanDasar.Com saya menggunakan logo yang lebih filosofis karena memang situsnya lebih ‘resmi’. Menggunakan gambar modifikasi yang dibilang mirip dengan logo Microsoft Office, filosofi logo PanduanDasar.Com dapat disimak lebih detil di sini.
Bahkan untuk situs Reviewmu yang tidak memiliki logo khusus, saya mencoba memperkuat branding dengan kombinasi warna tertentu pada gambar header dan gambar headernya itu sendiri. Maknanya? Silahkan ditebak sendiri deh :)
Nah, bagaimana dengan slogan?
Jika logo menggambarkan ciri khas atau karakteristik konten, maka slogan menyampaikan secara singkat isi dari blog atau situs yang bersangkutan. Slogan juga dapat digunakan untuk menyampaikan kelebihan dari situs atau blog yang kita miliki. Oleh karena itu, pemilihan slogan tidak boleh asal karena bisa menjadi bumerang bagi diri kita.
Dengan slogan “Belajar Bisnis Internet Untuk Pemula” yang diusung oleh blog ini misalnya, saya memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan materi, termasuk pemilihan topik materi, dengan cara tersendiri supaya benar-benar dapat diterima oleh pemula. Syukur-syukur jika ada yang sudah level master namun tetap rendah hati untuk berkunjung ke blog jelek ini :)
Di blog saya yang lain, saya mengusung slogan ‘daily gadgets news‘. Padahal, sudah berbulan-bulan blog tersebut tidak pernah di-updet. Jelas, ini adalah contoh yang tidak perlu ditiru, hehehe.
So, bagaimana dengan situs atau blog Anda? Sudah punya logo dan slogan yang mendukung?
VN:R_U [1.8.4_1055]



BY TI2

Pentingnya Branding Bagi Pebisnis Internet

Kecuali jika Anda memang tidak melakukan bisnis internet yang berhubungan langsung dengan orang lain — misal: paid to click (PTC), forex, paid review, dan sebagainya — maka branding adalah salah satu elemen yang harus Anda bangun di dunia internet. Selain merupakan ‘tanda pengenal’ bagi diri Anda, branding merupakan sarana yang efektif dalam membangun trust, elemen lain dalam dunia bisnis internet yang amat sangat dibutuhkan pada bidang-bidang bisnis internet tertentu. Seperti pernah saya sebutkan beberapa waktu lalu, tidak mungkinnya mengatur arus informasi membawa internet sebagai media yang rawan fitnah, baik disengaja maupun tidak. Tentu saja, wajar jika ada yang menyalahkan kita apabila kita memang berbuat tidak baik. Namun males banget dong kalau ada yang menyalahkan kita padahal kita sendiri sudah berusaha sebaik-baiknya. Dan pada saat-saat seperti itu, satu-satunya yang dapat menyelamatkan adalah trust yang telah kita bangun.
Fungsi utama dari branding dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Penjelasannya adalah sebagai berikut:
  1. Pembentukkan karakteristik

    Karakteristik adalah rangkaian ciri khas khusus yang miliki oleh pebisnis internet dan menjadi ‘petunjuk’ bagi orang dalam dalam mengenali seorang pebisnis internet. Pebisnis internet yang fokus adalah mereka yang karakteristiknya mampu dikenal dan diingat oleh orang lain.
  2. Menggambarkan visi
    Visi menunjukkan pandangan jangka panjang dari pebisnis internet yang bersangkutan terhadap bidang bisnis internet yang ia tekuni. Dengan mengetahui visi seseorang, kita bisa memutuskan untuk menjalin hubungan dengannya atau tidak.
  3. Membangun trust
    Trust adalah tingkat kepercayaan terhadap pebisnis internet yang bersangkutan. Tingginya tingkat kepercayaan terhadap seorang pebisnis internet membantu meningkatkan hubungan dengan orang lain serta memfilter berita-berita negatif yang berhubungan dengannya.
Cara yang paling mudah dalam membentuk branding adalah dengan aktif bersosialiasi dengan orang lain di dunia bisnis internet, baik melalui blog, forum, maupun jejaring sosial. Kuncinya di sini adalah konsistensi kita dalam melakukan sosialisasi serta konsistensi dari bagaimana cara kita bersosialiasi.
Saya sendiri sudah banyak merasakan manfaat dari brand n trust ini, terutama semenjak masuk ke  dalam bisnis ebook. Salah satunya adalah ketika ada seseorang yang menyebar gosip tidak benar di forum Kaskus. Tanpa perlu mengutus pasukan ISO2000 untuk ramai-ramai melempar bata, ternyata yang bersangkutan sudah dibantai lebih dulu oleh yang lain, hehehe.
Ngomong-ngomong, bagaimana dengan yang bisnisnya sama sekali tidak berhubungan dengan orang lain? Saran saya, jika memungkinkan, tetaplah coba untuk membangun branding Anda, karena roda bisnis internet dapat berputar dengan cepat tanpa dapat kita prediksi. Toh tidak ada ruginya bagi Anda, bukan?


BY TI2

Bisnis Online PTC , PPC, PTR

 Apa itu PTC (PAID TO CLICK)

PTC adalah paid to click, artinya dibayar jika mengklik. Secara gampangnya, anda cukup mengklik iklan lalu anda mendapat bayaran.

PTC / PTR (Paid to Click / Paid to Read) merupakan sebuah program advertising yang memberikan komisi kepada pembaca yang menge-klik iklan yang mereka sediakan. Ada banyak situs PTC/PTR. Setiap situs memberikan bayaran yang berbeda untuk setiap klik iklan. Misalnya clixsense memberi U$0.01-$5 untuk setiap iklan yang diklik. Mungkin ini hanya 1 sen saja, tapi gimana kalo kita nge-Klik 150 iklan sehari? Berapa pendapatan kita dalam seminggu? Sebulan mungkin?
Yap! Hanya dengan menge-Klik iklan saja kita bisa dapet Rp 300.000,- sebulan bahkan bisa lebih banyak lagi. Tergantung kemauan dan ketelatenan kita mengikuti program ini.

Apalagi kalau kita dalam mengakses internet gratis , dari kantor, jaga warnet atau punya warnet sendiri. tambah besar deh penghasilan tiap bulannya.

Bagaimana kita mendapatkan uang dari PTC?
Seperti saya sebutkan di atas. Hanya dengan menge-klik iklan yang mereka sediakan lalu U$0.01 akan ditambahkan ke akun kita. Untuk beberapa situs yang memberi fitur-fitur misalnya paid-to-signup (mendaftar pada situs tertentu) bisa dijadikan lahan uang baru untuk kita. Namun disini ada aturannya. Kita harus menunggu selama 30 detik untuk setiap iklan yang kita klik, sebelum kita menge-klik iklan berikutnya. Timer ini juga berbeda-beda untuk setiap situs. Ada yang hanya 10 detik, 20 detik, 30 detik, bahkan 40 detik.
Uang kita akan ditransfer via e-Gold atau Cek ke rumah kita setelah mencapai minimal U$10.

Haruskah kita membayar untuk mendaftar pada program-program ini?
Tidak. Tidak dikenakan biaya pendaftaran. Cukup mengisi formulir pendaftaran online (biasanya cuma nama, email, username, password). Tetapi kita harus membayar untuk meng-upgrade account gratisan kita ke account premium. Dengan begini kita dapet full access ke iklan-iklan yang disediakan. Alias jumlah iklan yang di-klik juga lebih banyak. Tapi jika tidak ingin upgrade juga tak apa.
Saat anda mendaftar pertama kali (gratis) maka anda hanya mendapatkan 5-20 iklan perhari. Tetapi jika kita upgrade ke premium account, Clixsense (misalnya) akan memberikan kita max 180 iklan perhari, Bux.to menjanjikan 20 iklan perhari, dll.

Sistem referral = tambahan $$$ buat kita
Referral adalah bagaimana seseorang terhubung atau mengikuti situs tertentu atas rekomendasi kita. Disini, referral berupa sebuah alamat unik yang berbeda untuk setiap account. Jika orang mendaftar ke sebuah situs dengan sumber alamat unik dari kita ini, maka kita akan memperoleh komisi. Begitu juga pada program PTC. Kita bisa menggandakan pendapatan kita dari sebuah situs PTC. Komisi ini termasuk: sign up, referral clicks (jika referral anda mulai nge-klik iklan), upgrades (jika referral anda upgrade ke premium account), bonuses (tergantung pada situs PTC yang anda ikuti).


Males ah, berarti kan harus nyari orang yang mau daftar disini?

Eitttssss… jangan bilang males dulu kalau belum coba…. coba dulu donk….
Kalau gagal, masih ada cara lain…….. beli referensi….
Emang bisa?
Bisa donk, hampir semua website tersebut jual referensi pula… biasanya dihargain 1 dollar. Rata2 sih jualnya paket.

Ada juga yang dipaket ama upgrade.
Cuman…. kalau beli referensi, kita ga bisa menjamin bahwa mereka aktif semua. Pengalaman saya sih cuma 60-80% yang aktif.
Lho, mereka cari orang untuk masuk ke referensi kita?

Mereka adalah orang yang daftar tanpa pakai referensi… Jadi kalau Anda daftar tanpa pakai referensi, berarti entar jadi downline orang lain, hehehehehehe
Hmm, trus kita dibayarnya gimana?

Ada beberapa sistem pembayaran yang dipakai… Paypal, AlertPay dan E-Gold. Tapi yang terakhir itu kalau ga salah dah jarang dipake.
Saya ga punya Paypal atau Alertpay, gimana donk?

DAFTAR DULU DONK…..
Buat cara daftar paypal, coba lihat tutorial di blog ini…
Buat cara daftar AlertPay, sekarang sih tutorialnya belum saya ketik, coba liat dulu deh, mudah-mudahan waktu Anda baca ini saya sudah buat tutorialnya.
Trus emang bisa sampe ke kita di Indonesia?

Kalau pakai paypal, kita bisa transfer ke rekening bank kita di Indonesia
Kalau pake Alertpay, biasanya sih dikirim pakai cek, trus entar di cairin di bank sini.
Atau kadang ada pula temen2 yang mau nuker uang, kita tinggal transfer dollarnya trus dia transfer rupiahnya.
Trus berapa lama pembayarannya?

Tergantung dari pihak PTCnya, ada yang cuma butuh waktu 2 hari, ada yang sampai 6 bulan. Gimana pinter kita milihnya aja deh…
Hmm, kalau yang punya websitenya kabur gimana?

Nasib……… dah banyak yang kabur…. dari 1000 ptc, mungkin cuma 50 yang bener…
makanya, pinter2 nyari PTC… sebelum daftar, browsing dulu pakai google, misalnya kita pingin tahu tentang bux.to, coba kata kunci “bux.to scam” atau “bux.to penipu” (banyak juga orang Indo yang ikut loh). Atau coba lihat di forum2, termasuk forum dari PTC itu sendiri. Banyak yang complain ga?
Saya sendiri sebelum join satu PTC pasti survey dulu, beberapa diantaranya saya posting di blog ini (lihat link recomended PTC). Nah, karena waktu saya juga terbatas, baru beberapa PTC saya bahas disini… pelan2 ya… cape juga browsingnya… hehehe
Oh ya, trus cari tau juga apa pembayarannya lancar? kalau banyak payment proof (bukti pembayaran), berarti kemungkinan besar PTC ini aman.
Ada website khusus yang nge-review tentang PTC, ini salah satunya ptctalk.com, atau uronlinebiz.com. Coba liat dulu deh disitu…
Hmm, ya sudah saya survey dulu ya… Thanks loh…

Sip… sukses ya…
Btw, kalau Anda puas dengan tanya jawab ini, pakai referal saya ya kalau mau daftar. hampir semua PTC yang saya jalanin, nama referensinya “erickwesz”. Atau kalau ga mau pusing, klik aja link yang ada di website ini
Saya rencananya mau posting tips buat cari downline, juga tips buat promosi program Anda… trus sekalian banyak review tentang PTC, berarti harus banyak coba PTC. Bantu pakai referensi saya ya…. Makasih loh.

Yaudah klo penasaran tinggal KLIK aja banner-banner dibawah ini, kalau kita mau berhasil ya... Harus mau belajar...!!!!!!
Ok Bravooo...selamat mencoba...!!!!!



DbClix








readbud - get paid to read and rate articles






BY TI2

BISNIS ONLINE yang menjanjikan

Belajar Bisnis Affiliasi: Pendahuluan

Bisnis affiliasi adalah bisnis dimana kita menawarkan atau mempromosikan produk atau jasa milik orang lain dan kita mendapat komisi untuk setiap transaksi bisnis yang terjadi. Dengan demikian, berbisnis affiliasi memungkinkan kita untuk memperoleh penghasilan dari internet tanpa harus memiliki produk atau jasa sendiri terlebih dahulu.
Contoh program affiliasi yang populer adalah Amazon Associates, Clickbank, Paydotcom, dan sebagainya.Oke deh, cukup sampai di sini pendahuluan kita. Artikel berikutnya akan membahas mengenai pemilihan program affiliasi serta riset produk affiliasi. Stay tune
VN:R_U [1.8.4_1055]

Seperti sudah disebutkan inti dari bisnis affiliasi adalah kita mempromosikan produk atau layanan milik orang lain, dan apabila terjadi transaksi sesuai dengan aturan yang disepakati, maka kita akan mendapat komisi. Pada awalnya, bisnis affiliasi memang terbatas pada kegiatan mempromosikan barang dagangan milik orang lain, dan apabila ada orang yang membeli melalui referensi kita, maka kita akan mendapatkan ‘tips’ dari transaksi yang terjadi. Namun dengan pesatnya perkembangan bisnis internet, maka bisnis affiliasi turut berevolusi sehingga tidak lagi terbatas pada proses menjual saja.
Untuk menyingkat waktu, berikut ini macam-macam bisnis affiliasi (sepanjang sepengetahuan saya) dan beberapa contohnya:
  1. Pay Per Sales (PPS)

    Pay Per Sales adalah jenis bisnis affiliasi tradisional dimana seorang affiliate, dalam hal ini adalah diri kita, akan mendapat komisi setiap kali produk atau layanan milik penyedia jasa affiliate terjual. Contoh program affiliasi yang termasuk dalam kategori ini adalah Amazon Associates (ebook panduan Amazon tersedia gratis di PanduanDasar.Com), Clickbank, dan PayDotCom.
  2. Pay Per Lead (PPL)
    Pay Per Lead adalah jenis bisnis affiliasi dimana seorang affiliate akan mendapat komisi setiap kali ia berhasil mereferensikan orang lain untuk bergabung dengan program atau layanan tertentu. Contoh yang paling gampang adalah program Paypal Wishlist yang diselenggarakan oleh Paypal beberapa waktu yang lalu.
  3. Pay Per Action (PPA)
    Pay Per Action (PPA) adalah jenis bisnis affiliasi dimana seorang affiliate akan mendapat komisi setiap kali ia berhasil mereferensikan orang lain untuk melakukan suatu kegiatan sesuai dengan yang disyaratkan oleh penyedia program affiliasi. ‘Kegiatan’ di sini biasanya bersifat spesifik dan memiliki parameter-parameter tertentu yang harus dipenuhi. Misalnya saja, mengisi survey, mengunduh software, dan sebagainya. Contoh program affiliasi jenis ini yang sedang naik daun adalah CPALead.
Meskipun tampak serupa, namun pada prakteknya masing-masing jenis bisnis affiliasi di atas membutuhkan keahlian tersendiri yang juga serupa tapi tak sama. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mengikuti sebuah program affiliasi, pelajari terlebih dahulu sistemnya dan pastikan bahwa kemampuan Anda sudah mencukupi. Ingat selalu ajaran Sun Tzu, bahwa jenderal yang bijak akan selalu berusaha untuk memperkuat pasukannya terlebih dahulu (secara fisik ataupun moral — sesuai kebutuhan) sebelum memutuskan untuk menyerang musuh.
Silahkan jika ada yang ingin mengkoreksi atau menambahkan, dan jangan lupa untuk stay tune terus di seri artikel Belajar Bisnis Affiliasi selanjutnya 

Insight 2010: Era Bisnis Affiliasi Yang Sesungguhnya


Seperti ramalkan di akhir tahun kemarin, bisnis affiliasi — apa pun itu bentuknya, entah PPS (Pay Per Sale), PPL (Pay Per Lead), PPA (Pay Per Action), dan sebagainya — telah menjadi primadona di tahun 2009, memecah stagnan perkembangan bisnis internet di Indonesia yang di tahun-tahun sebelumnya hanya berkutat pada bisnis monetisasi blog. Beberapa rekan yang saya kenal mulai menunjukkan hasil yang luar biasa dari bisnis affiliasi ini, dari yang sebelumnya hanya mendapatkan 2-3 digit per bulan (dolar, ya) hingga rutin mencapai 4 – 5 digit tiap bulannya. Dahsyat!
Sayangnya, sebagian besar masih memanfaatkan situs atau blog sebagai pendongkrak, sehingga belum masuk ke dalam bisnis affiliasi murni yang berfokus pada pemasaran dan pembangunan calon pelanggan. Sehingga tehnik yang dijalankan masih tidak jauh berbeda dengan monetisasi blog, dengan SEO sebagai senjatanya. Tidak salah memang, namun niche-niche tertentu memaksa kita untuk melakukan proses optimasi secara berkelanjutan sehingga banyak membuang waktu kita yang berharga.
Untungnya, akhir-akhir ini sepertinya banyak pelaku bisnis affiliasi yang mulai melirik konsep list building sebagai salah satu media pemasaran yang handal bagi bisnis affiliasi yang mereka ikuti. Dan ini adalah langkah yang tepat karena dengan melakukan list bulding atau pembangunan daftar calon pelanggan, maka kita akan memiliki sekumpulan orang-orang yang ‘lapar’ terhadap produk-produk yang kita tawarkan. Yang lebih penting lagi, jika kita ingin masuk ke dalam bisnis affiliasi yang sesungguhnya, penguasaan terhadap list building adalah mutlak hukumnya.
Jadi, menurut pandangan saya, di tahun 2010 nanti, pelaku bisnis affiliasi akan bertambah dan apa yang mereka lakukan pun akan berada pada jalur yang benar — dengan membangun reputasi diri (brand & trust building), membangun prospek pelanggan (list building), serta membangun komunitas pelanggan (community building). Bakal dahsyat deh pokoknya!
 

Insight 2010: Era Free Marketing – Bagian 1


Untuk materi kali ini saya sarankan Anda untuk membaca buku Free: The Future of Radical Price karangan Chris Anderson, si penggagas fenomena Long Tail. Versi digital buku tersebut sebenarnya tersedia secara gratis di Scribd, hanya sayangnya dibatasi agar hanya bisa dibaca oleh pengunjung yang berasal dari US. Jika Anda ingin mencoba mengakalinya, entah dengan proxy atau tehnik lainnya, berikut ini tautannya. Jika Anda punya perangkat Kindle, Anda juga bisa mengunduhnya secara gratis di sini. Sedang yang tidak beruntung seperti saya, silahkan cari bukunya di toko buku import terdekat di kota Anda (karena versi terjemahannya belum ada).
Nah, dalam buku tersebut, Chris Anderson mengangkat gagasan bahwa di masa depan (FYI, buku tersebut ditulis di awal tahu, jadi ‘masa depan’ yang dimaksud ya mulai tahun 2010 besok), setiap pebisnis atau pemilik produk yang ingin sukses seharusnya mengedepankan aspek gratis ketimbang komersil. Memberi dulu, baru menerima.
Tentu saja, karena namanya bisnis, tetap ada ‘perhitungan dalam memberi’. Beberapa metode yang bisa digunakan:
  • Give This, Pay That
    Satu produk diberikan gratis, tapi untuk mendapatkan produk lain harus membeli
  • Give First, Pay Later
    Satu produk diberikan gratis di awal, tapi untuk menggunakannya secara berkelanjutan harus membayar. Setara dengan sistem trial version pada software.
  • Give First, Pay For More
    Satu produk diberikan gratis di awal, tapi untuk mendapatkan konten atau fitur yang lebih lengkap harus membayar. Setara dengan sistem demo version pada software.
  • Just Give, Let Someone Pay
    Satu produk diberikan gratis, sedang nilai komersilnya ditutupi oleh penjualan produk lain. Biasanya digunakan di toko-toko retail pada masa promosi.
Bedakan dengan ‘memberi secara perhitungan‘ ya. Kalo yang satu ini, kita memberinya secara tidak ikhlas
Keempat metode di atas (sebenarnya ada lebih dari empat, tapi untuk sisanya silahkan baca bukunya saja) bisa diterapkan pada bisnis internet. Tidak hanya bagi pembuat produk atau penyedia layanan loh, bagi yang berkutat di monetisasi blog pun bisa mengimplementasikannya. Nah, seperti apa contoh-contoh penerapan konsep Free Marketing di atas pada dunia bisnis internet? Tunggu pembahasannya di artikel berikutnya Kamis besok

Insight 2010: Era Free Marketing – Bagian 2


Pada bagian kedua dari artikel ini (baca bagian pertamanya di sini), yang sekaligus merupakan penutup dari mini seri artikel Insight 2010, saya akan coba untuk memberikan beberapa contoh penerapan tehnik Free Marketing pada dunia bisnis internet. Sebenarnya, tidak sedikit yang sudah menerapkan tehnik Free Marketing tersebut, hanya saja kemungkinan besar yang bersangkutan sendiri tidak menyadarinya. Alhasil, efeknya menjadi tidak optimal. Nah dengan adanya penjelasan ini,diharapkan nanti para pebisnis internet menjadi lebih aware terhadap konsep Free Marketing dan menerapkannya dengan lebih optimal.
Agar lebih mudah, saya akan membaginya menjadi 4 bagian, berdasarkan empat contoh metode implementasi Free Marketing yang sudah dijelaskan sebelumnya.
  1. Give This, Pay That

    • Dua situs yang saling berhubungan, misal situs informasi software baru dan situs file sharing. Pengunjung masuk melalui situs portal software yang bersangkutan dan mengunduh software tersebut pada situs file sharing yang telah disediakan. Untuk situs portal, berhubung hanya sebagai perantara, dapat dibuat bebas iklan. Sedangkan untuk situs file sharingnya sendiri dimonetisasi dengan menggunakan PPC maupun PPL.
    • Bagi-bagi ebook gratis, namun di dalamnya ada upsell ke produk atau layanan  lain yang berbayar.
    • Bagi-bagi desain gratis, tapi untuk melakukan kostumisasi atau request desain harus memesan dan membayar.
  2. Give First, Pay Later

    • Beri keanggotaan gratis selama durasi waktu tertentu, namun untuk memperpanjang keanggotaan tersebut harus membayar
    • Beri script / aplikasi gratis yang bisa dijalankan dalam durasi terbatas. Untuk menggunakannya lebih lama harus membayar.
  3. Give First, Pay For More


    • Beri keanggotaan gratis selamanya dengan fitur terbatas. Untuk mendapatkan fitur yang lengkap harus membayar.
    • Beri script / aplikasi gratis dengan fitur terbatas. Untuk mendapatkan fitur yang lengkap harus membayar.
    • Buat situs dengan dua versi konten, standar dan premium. Untuk konten standar dapat diakses oleh siapa saja, sedang untuk konten premium hanya dapat diakses oleh pengunjung yang telah menjadi anggota dengan membayar biaya / iuran keanggotaan tertentu.
  4. Just Give, Let Someone Pay

    • Buat situs dan atur supaya iklan hanya muncul pada pengunjung dengan kriteria tertentu. Misalnya untuk pengunjung yang berasal dari luar negeri saja.
    • Buat situs / portal informasi gratis yang menerima pemasangan iklan.
    • Bagikan produk berkualitas premium secara gratis. ‘Biaya’ produk tersebut dibebankan kepada produk lain yang memang berbayar. Hal yang sama berlaku untuk script dan aplikasi.
Saya sendiri termasuk yang secara tidak sadar sudah menerapkan beberapa tehnik Free Marketing di atas. Termasuk juga di blog CosaAranda.Com ini. Setelah mempelajari ilmu ini, sekarang saya jadi lebih pede dalam menerapkan tehnik Free Marketing dan sudah siap untuk menerapkan ide-ide lain seputar metode pemasaran yang satu ini. Emang masih ada lagi tehnik penerapan yang lain selain yang disebutkan di atas? Ada dong. Makanya belajar Instant Internet Business Ideas biar jago cari ide, hehehe.

Kapan Saat Yang Tepat Untuk Mulai Total di Bisnis Internet?


Bagi pebisnis internet yang masih rangkap jabatan dengan pekerjaannya di dunia nyata, mungkin satu pertanyaan yang sering terlintas adalah, kapan saat yang tepat untuk beralih secara total ke bisnis internet? Atau, perlukah untuk total berpindah ke bisnis internet? Bagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan, beban pertanyaan tersebut tidak seberat mereka yang sudah memiliki penghasilan mapan dari pekerjaan ‘resminya’. Lalu bagaimana cara menjawabnya?
Untuk menjawabnya, kita perlu tahu dulu untung ruginya bekerja di dunia maya.
Keuntungannya:
  • Waktu bekerja bebas, bisa bekerja kapan saja dan dimana saja
  • Potensi penghasilan tidak terbatas
  • Pengeluaran atau modal relatif kecil
  • Bisa lebih dekat dengan keluarga atau orang-orang yang disayang
Kerugiannya:
  • Butuh disiplin diri, bandingkan dengan bekerja kantoran yang jam kerjanya sudah ditentukan sehingga mau tidak mau pasti harus bekerja
  • Butuh modal, bandingkan dengan bekerja kantoran yang praktis kita hanya butuh modal untuk pakaian saja (karena biaya transportasi dan makan sudah ditanggung dalam gaji bulanan)
  • Ada kemungkinan tidak mendapat penghasilan atau rugi, bandingkan dengan bekerja kantoran yang kita pasti mendapat gaji (selama tidak dipecat, hehehe)
Pada dasarnya, kepastian kapan kita harus total di dalam bisnis internet dan melepaskan pekerjaan kita di dunia nyata sebenarnya tergantung dari kesiapan diri kita sendiri. Bahkan sebenarnya, jika ada memiliki manajemen waktu yang baik dalam berbisnis internet, Anda tidak perlu untuk mengundurkan diri dari pekerjaan offline Anda. Kenapa? Karena parameter sesungguhnya dari kesuksesan di bisnis internet bukanlah dari jumlah penghasilan yang Anda raup per bulannya, melainkan dari jumlah waktu yang Anda habiskan untuk dapat menghasilkan penghasilan tersebut (baca artikel Menghitung Nilai Jual Anda di PanduanDasar.Com).
Bisnis internet adalah satu dari sedikit bisnis di dunia yang memberikan Anda kesempatan untuk bisa menghasilkan uang TANPA harus bekerja SENDIRI. Perhatikan baik-baik kata yang berhuruf kapital ya. ‘Tanpa Harus Bekerja Sendiri’ bukan berarti tidak bekerja dan Anda hanya ongkang-ongkang kaki di rumah loh. Dengan demikian, ada kemungkinan dimana bisnis internet Anda berjalan dengan lancar tanpa harus meninggalkan pekerjaan Anda di dunia nyata.
Namun, jika Anda memang sudah bertekad untuk full-time di dunia maya, berikut ini persyaratan awal yang sebaiknya terpenuhi terlebih dahulu sebelum surat tanda mengundurkan diri Anda serahkan ke meja bos Anda:
  1. Pastikan Anda memiliki persediaan tabungan yang cukup, baik untuk modal bisnis internet yang akan Anda jalani maupun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setidaknya untuk 6-9 bulan ke depan.
  2. Pastikan setidaknya Anda sudah memiliki penghasilan yang STABIL dari bisnis internet, yang jumlahnya paling tidak cukup untuk biaya hidup sehari-hari dan modal bisnis internet yang harus dikeluarkan tiap bulan.
  3. Pastikan Anda sudah terbiasa untuk bekerja sendiri dan memiliki tingkat disiplin yang tinggi. Tidak semua orang bisa bekerja tanpa tekanan loh.
Bagaimana menurut Anda, kawan? Ada yang ingin ditambahkan? Yang jelas, Anda juga boleh-boleh saja nekat langsung loncat dari karyawan menjadi netpreneur, tidak ada yang melarang kok. Tapi jika ingin segala sesuatunya terencana, tidak ada salahnya untuk mengikuti saran saya di atas.



Mulai Berbisnis Internet Sekarang Juga Dengan Bisnis Affiliasi


Sebagai salah satu cabang dari bisnis internet, bisnis affiliasi memiliki keunggulan sendiri, yaitu bisa dilakukan SAAT INI JUGA. Gak perlu bikin blog dulu, gak perlu keluar duit untuk biaya ini itu (kecuali biaya akses internet tentunya). Pokok’e langsung action. Enak, kan? Lagipula manfaat terjun ke bisnis affiliasi lumayan banyak loh. Selain menambah jumlah asam garam yang dimakan di dunia bisnis internet, juga karena ilmu-ilmu dalam bisnis affiliasi banyak sekali bersinggungan dengan bidang-bidang bisnis internet yang lain. Jadi jangan heran kalau banyak pakar bisnis internet yang menyarankan pemula untuk nyemplung dulu ke bisnis affiliasi sebelum memulai bisnis internet yang lain.
Langkah-langkah memulai bisnis affiliasi yang benar dapat dilihat pada bagan alur di bawah ini:

Kebanyakan pelaku bisnis internet mengabaikan langkah kedua dan langsung berpromosi tanpa mengerti lebih jauh mengenai produk affiliasi tersebut. Padahal, dengan meluangkan waktu untuk melakukan analisa terlebih dahulu, kita jadi mengetahui (a) kualitas dari produk yang bersangkutan, (b) reputasi dari pembuat produk yang bersangkutan, (c) isi dari produk yang bersangkutan, dan yang terpenting, (d) target pasar dari produk yang bersangkutan. Dan karena tidak melakukan analisa terlebih dahulu, tehnik promosi yang digunakan ya yang itu-itu saja — pasang iklan di situs iklan baris.
Jangan salah. Anda TIDAK PERLU membeli produk yang bersangkutan untuk bisa melakukan analisa produk. Anda bisa memanfaatkan forum, informasi di blog, dan sebagainya yang berhubungan dengan produk tersebut. Tentu saja, Anda harus jeli memilah mana informasi yang benar, dan mana yang tidak perlu didengar. Dan tentu saja, tetap jauh lebih baik apabila Anda juga membeli produk yang bersangkutan
Sekedar contoh. Jika produk yang Anda promosikan memiliki target pasar pemula, pernahkah terpikir untuk mempromosikannya secara offline? Perhatikan di toko buku. Buku-buku yang berhubungan dengan bisnis internet pemula terus menerus bermunculan. Artinya, demand-nya cukup tinggi. Dan artinya lagi, pasar pemula di dunia offline bertebaran dimana-mana. Khususnya toko buku itu
Kita bisa memanfaatkan kondisi di atas dengan membuat x-banner atau brosur mengenai produk yang kita promosikan dan meletakkannya di toko buku. Keluar biaya sih, tergantung toko buku yang bersangkutan. Tapi jika dilakukan dengan benar, satu dua penjualan saja pasti sudah cukup untuk menutupi ongkos pengeluaran tersebut.
Alternatif lain yang lebih konvensional ya seperti yang sudah disebutkan di atas — dengan memanfaatkan blog, forum, atau situs iklan baris. Satu strategi promosi yang sangat manjur tapi tidak bisa dilakukan apabila Anda malas melakukan langkah analisa adalah “beri informasi, bukan promosi“. Seperti apa itu? Nanti saya bahas lebih lanjut di artikel seri Affiliate Marketing di PanduanDasar.Com ya
Okelah kalau begitu, untuk pembelajaran lebih lanjut mengenai bisnis affiliasi, saya sarankan untuk mengunduh ebook The Simple Internet Selling karangan mas Arief Maulana. Gratis tis tis

lihat dan dengarlah muna

readbud - get paid to read and rate articles

Daftar Halaman

Label

archive

featured-content

.

.

.